Jakarta dengan kemacetannya

Pesona Jakarta memanglah sangat dahsyat. Tak hayal jika arus urbanisasi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Besarnya minat para pendatang untuk mengadu nasib di kota ini membuat jumlah penduduk tak sebanding dengan luas kota. Dari data tahun 2014 saja, tercatat 12,7 juta jiwa mendiami kota dan bisa dipastikan jumlah ini akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi di kota metropolitan ini.

Pencapaian jakarta akan sebutan kota metropolitan memanglah benar adanya. Bagaimana tidak,segala fasilitas mewah dan gedung-gedung pencakar langit semua terpampang jelas di sini. Geliat usaha disini bisa sangat menggiurkan dengan gaji yang ditawarkan melebihi UMK di daerah lain. Hal ini lah menjadi dasar para pendatang memburu kota satu ini. Selayaknya mencapai impian, namun berbagai masalah pun akan timbul kemudian. Salah satu masalah yang tak pernah rampung selesai sampai sekarang yaitu Kemacetan lalu lintas.

Ya, macet adalah satu kata yang bisa mendifinisikan wajah ibukota. Dari pagi buta hingga malam menjelang jalan-jalan utama di jakarta seakan tak pernah sepi dari antrian mobil pribadi, sepeda motor, metro mini dan sebaginya. Mereka selalu berebut jalan agar tak terlambat datang ke tempat kerja. Bahkan bunyi klakson selalu bersahut-sahutan layaknya burung bersiul. Entah mengapa semua keruwetan kota ini tak bisa sirna. Selalu dan selalu terjadi tiap hari. Berbagai hal sudah diupayakan untuk mengurai kemacetan ini. Namun hasil nyata tak kunjung di dapat.

Para warga jakarta sepertinya sudah lelah dengan semua ini, tapi apalah daya semua harus tetap dijalani demi sesuap nasi. Tiap jam sibuk mereka harus banyak bersabar menunggu giliran jalan atau jika mereka tak mau menunggu mereka biasanya mencari jalan alternatif yang jaraknya lebih jauh dari tempat tujuan. Tak sedikit dari jajaran kepolisian khususnya polantas mengerti akan kesulitan para warganya. Dengan membantu mengurai kemacetan, mereka memberi sedikit angin segar tiap harinya. Bersama dengan warga mereka bahu membahu mengatasi masalah ini. Tak urung tiap kali melintas di beberapa jalan protokol kita akan mendapati pak polisi mengatur laju kendaraan dan kita sangat mengapresiasi dengan kesigapan ini. Ini adalah sedikit pemecahan dari masalah ini namun kita berharap mendapatkan solusi-solusi lainnya agar Jakarta mampu terbebas dari macet.

Dari pembeberan di atas, ada beberapa hal yang bisa menjadi solusi. Diantaranya kita bisa meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi saat jam sibuk. Jadi diperlukan transportasi umum yang nyaman dan aman. Untuk hal ini pemerintah & kepolisian harus bekerja sama dengn memberikan hak istimewa jalan bagi moda transportasi ini. Tanamkan sedini mungkin pada anak-anak untuk cinta bersepeda. Kepolisian bisa memberikan edukasi ini di tiap sekolah dengan menunjuk beberapa staff ikut berpartisipasi. Yang tak kalah pentingnya trek untuk pesepeda harus bener-bener dinetralisir dari gangguan moda transportasi lain. Hal lain yang bisa dilakukan bersama dengan masyarakat adalah mengikutsertakan siswa-siswa sekolah berpartisipasi dalam hal pengaturan lalu lintas. Hal ini sebagai pembelajaran pada siswa tersebut agar kelak lebih bijak dalam menggunakan jalan. Selain itu, bisa juga mengatur waktu traffic light dengan seksama. Di beberapa titik kemacetan, seperti persimpangan waktu tunggu dan jalan haruslah lebih cepat. Hal ini bisa menghindari dari penumpukan kendaraan di salah satu ruas jalan. Terkadang kemacetan juga terjadi karena sebab lain seperti jalan yang berlubang atau parkir yang tak terorganisir. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antara masyarakat, aparat negara & pemerintah untuk mewujudkan solusi cerdas penyelesaian dari masalah ini.

Semoga Jakarta lekas bebas macet. Peran kepolisian memang sangat dibutuhkan dalam hal ini. Dengan beberapa alternatif yang saya sampaikan, saya berharap bisa membantu pemerintah dalam mencari solusi yang efisien. Hal yang lebih mendasar untuk menyelesaikan hal ini adalah merubah pola pikir masyarakat agar tidak terlalu konsumtif dengan membeli kendaraan pribadi bilamana itu tidak terlalu dibutuhkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s